Ribuan Warga Tionghoa Padati Maha Vihara Maitreya Sambut Imlek 2577 Kongzili

Medan (Mitra Poldasu News) Masyarakat etnis Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili memadati Maha Vihara Maitreya di Jalan Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Senin (16/2/2026) malam. Sejak sore hari, warga telah berdatangan untuk mengikuti rangkaian ibadah dan doa bersama menyambut pergantian tahun dalam penanggalan Tiongkok.
Dari pantauan Mitra Poldasu News di lokasi, suasana kegiatan di dalam vihara berlangsung khidmat dan tertib. Umat secara bergantian menyalakan hio sambil memanjatkan doa, memohon kesehatan, semangat, keberkahan, serta keselamatan di Tahun Kuda Api.
Lantunan doa menggema dan aroma dupa memenuhi ruangan. Sejumlah keluarga hadir bersama anak-anak mereka, menjadikan perayaan ini sebagai momen kebersamaan sekaligus refleksi diri memasuki tahun yang baru.
Selain ibadah, berbagai kegiatan turut memeriahkan malam pergantian tahun. Di antaranya pameran gambar bertema Kuda Api, replika nuansa tempat santai khas etnis Tionghoa, serta ribuan lampion warna-warni yang menghiasi area vihara. Cahaya lampion yang menggantung di sepanjang kawasan menambah kehangatan suasana malam tersebut.
Usai rangkaian doa, warga terlihat berkeliling area vihara untuk berfoto bersama keluarga, pasangan, dan teman-teman. Perayaan ini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Tionghoa di Kota Medan dalam menyongsong tahun yang penuh semangat dan keberuntungan.
Selain beribadah Vihara Maitreya juga mengelar acara kesenian dan Bazar Imlek mulai tanggal 21,22,28 Februari dan 1,3 Maret 2026 mulai pukul 11.00 wib hingga pukul 21.00 wib acara di meriahkan oleh :
1.Atraksi Barongsai
2.Tarian Tradisional
3.Acara Kesenian lainnya seperti Kuiz,Game dihadiri oleh Dewa Rejeki
Humas Vihara Maitreya (Diky) kepada wartawan Mitra Poldasu News mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah pengunjung yang sembahyang di Maha Vihara Maitreya cukup stabil. Mereka datang dari Medan bahkan daerah lain bersembahyang Imlek di vihara tersebut.Sembahyang yang dilakukan pada perayaan Imlek kata Diky adalah sembahyang secara umum. Ada dipersembahkan bunga dan buah, semua itu adalah tanda penghormatan kepada Buddha.
Maka tidak heran, pada saat menjelang Imlek, warga Tionghoa banyak belanja bunga segar, buah-buahan, termasuk jeruk Bali.”Pada tahun baru Imlek 2577 Kongzili dengan Shio Kuda dan elemen api, semoga apa yang kita cita-citakan dapat tercapai,” ungkap Diky

Jurnalis : M.SULAIMAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *