DR. Lily Tampung Aspirasi Warga Saat Reses Diakhir Tahun 2025 di Tanjung Gusta, Bantuan Banjir Nihil, Infrastruktur Rusak Parah

Medan (Mitra Poldasu News) Pelaksanaan Reses IV Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Kota Medan, DR. Lily, MBA, MH, di Jalan Pembangunan I, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (20/12/2025), menjadi ajang curahan keluhan warga.
Mulai dari tidak adanya bantuan saat banjir, evakuasi mandiri, hingga kerusakan infrastruktur yang belum tersentuh perbaikan.
Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB.

Warga secara terbuka menyoroti minimnya peran kelurahan dan BPBD Kota Medan saat banjir besar melanda kawasan tersebut. Akibat ketiadaan bantuan, warga mengaku terpaksa menyelamatkan diri dan harta benda secara mandiri.
Tina Br. Manurung, warga Jalan Pembangunan IV Gaperta Ujung, mengungkapkan air banjir sempat mencapai 1,5 meter dan merendam seluruh isi rumahnya.
Tempat tidur, kursi, dan perabotan rusak semua. Banyak yang hanyut. Sampai sekarang belum ada bantuan,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Kerdi Pangaribuan (60), warga yang tinggal di sekitar Perumahan Givenci One. Ia mengatakan banjir menenggelamkan rumahnya, ternak hilang, dan seluruh perabotan rusak.
Saya mengungsi mandiri ke rumah keluarga selama tiga hari. Sampai sekarang pakaian masih saya simpan di dalam goni karena takut banjir susulan. Tidak ada bantuan dari kelurahan maupun Pemko Medan,” katanya lirih.
Warga korban banjir berharap pemerintah memberikan bantuan perbaikan rumah maupun perabotan rumah tangga untuk meringankan beban pasca bencana.
Tak hanya soal banjir, Erna Hasibuan, warga Jalan Gaperta Gang Mutiara No.16, juga mengeluhkan pelayanan BPJS Kesehatan. Ia mengaku pasien dipulangkan meski belum sepenuhnya pulih.
Baru tiga hari dirawat, sudah disuruh pulang. Katanya kalau mau berobat, datang lagi. Ini aneh, belum sembuh sudah dipulangkan,” ungkapnya.
Masalah infrastruktur jalan turut menjadi sorotan. Warga menyebut banyak ruas jalan di Kelurahan Tanjung Gusta rusak parah akibat tergerus air banjir dan berharap segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, DR. Lily menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk menjemput langsung aspirasi masyarakat.
Lewat reses, kami bisa mendengar langsung persoalan warga, mulai dari pelayanan publik, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.
Lily juga menyampaikan belasungkawa kepada warga terdampak banjir akhir November lalu. Ia mengakui, banjir tersebut mengakibatkan kerugian besar, baik materiil maupun nonmateri.
Keterbatasan peralatan BPBD serta ketidaksiapan pemerintah membuat banyak warga harus mengevakuasi diri secara mandiri. Pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana kewalahan saat itu,” ujarnya.
Namun demikian, Lily menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
Kita juga harus menjaga kebersihan dan tidak merusak alam. Pencegahan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas SDABMBK Kota Medan, Bagus KA Pamungkas, memastikan seluruh aspirasi warga yang disampaikan dalam reses akan dibahas dalam rapat dan ditindaklanjuti.
Dalam waktu dekat kami akan melakukan perbaikan drainase dan jalan yang rusak,” katanya.
Menjawab keluhan soal layanan kesehatan, perwakilan BPJS Kesehatan Medan, Daffa Ulhay, menegaskan bahwa BPJS tidak pernah memulangkan pasien sebelum sembuh.
BPJS menanggung biaya pengobatan dan rawat inap sampai pasien sembuh. Jika ada rumah sakit yang memulangkan pasien sebelum sembuh, segera laporkan kepada kami,” tegasnya.
Pelaksanaan reses tersebut berlangsung dinamis dan dipenuhi pertanyaan serta keluhan warga. Sebelum acara berakhir, DR. Lily meminta masyarakat menuliskan seluruh aspirasi pada lembar apirasi yang telah disediakan agar dapat diperjuangkan secara maksimal.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian suvenir, kue, dan nasi kotak

Jurnalis : M.SULAIMAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *