2 Driver Ojol Kembali Jadi Korban Keganasan Begal di Kota Medan, Motor Hilang Dirampas dan Diancam Sajam

Medan (Mitra Poldasu News) Dua driver ojek online (ojol) kembali menjadi korban keganasan komplotan pelaku begal. Mirisnya, aksi pembegalan yang dialami kedua korban terjadi dalam satu malam.
Kasus ini menambah daftar bahwa kejahatan jalanan tergolong sadis dan sangat meresahkan masyarakat ini semakin membuat Kota Medan darurat begal.
Pertama, driver ojol bernama Muhammad Syahputra (30) warga Medan Perjuangan dibegal saat hendak pulang ke rumahnya, Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban mengatakan saat itu dirinya hendak pulang melintasi Jalan Brigjen Katamso menuju Jalan Pelajar. Pada saat perjalanan pulang korban telah diikuti dari belakang oleh sejumlah pelaku membawa senjata tajam (sajam) disebutkan seperti celurit.
Saat berada di lokasi yang sepi di Jalan Pelajar Timur, Kecamatan Medan Denai, korban dipepet dan diancam dengan sajam.
Kepalaku dipukul pelaku, koyak pelipis kiri. Mereka bawa sajam seperti celurit,” kata korban kepada Mitra Poldasu News, Jumat (5/12/2025) malam.
Korban mengaku belum sempat membuat laporan lantaran baru keluar dari rumah sakit dan berencana akan melaporkan kasus yang dialaminya besok, Sabtu (6/12/2025).
Ini baru keluar rumah sakit, masih oyong kepalaku bang,” sambungnya
Karena motornya belum lunas, korban mengaku lebih dulu akan mendatangi kantor leasing dan selanjutnya membuat laporan polisi.
Kasus kedua, driver ojol bernama Surya juga dibegal di hari yang sama. Korban dibegal di Jalan Kenanga Raya, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.
Korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam BK 3063 AIK hendak mengantar orderan di kawasan Tasbi I. Tiba-tiba korban diikuti tiga pelaku berboncengan mengendarai motor Yamaha N-Max warna hitam dan mengancam menggunakan sajam.
Kala itu, korban sempat berputar arah hendak menyelamatkan diri, namun korban terjatuh. Ketika bangun, korban diancam mau dibacok. Karena ketakutan, korban kemudian melarikan diri. Sementara motor korban dirampas pelaku.
Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat ketika dikonfirmasi Mitra Poldasu News membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan korban telah membuat laporan.
Ya (korban) sudah buat laporan polisi ke polsek,” kata Bambang.
Terpisah, Ketua Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitarnya (Godams), Agam Zubir mengaku sangat prihatin driver ojol kerap menjadi sasaran pelaku begal.
Keluarga besar Godams sangat prihatin dan menyayangkan masih terjadinya begal di beberapa kawasan, ini membuktikan bahwa medan masih di zona merah tingkat kejahatan jalanan spt begal dan lain-lain,” kata Agam kepada Mitra Poldasu News
Walau ada terobosan dari program prioritas bapak Kapolrestabes Medan untuk menindak tegas namun tetap saja ada kejadian begal yang tidak pernah habis di Kota Medan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Agam menyebut perlu upaya yang lebih serius dari aparat hukum dalam hal ini kepolisian di semua jajaran wilayah hukum Kota Medan, Deli Serdang dan Belawan untuk terus meningkatkan langkah nyata penindakan tegas kepada komplotan pelaku kejahatan jalanan.
Kami para ojol yang mobilitas jam kerjanya 24 jam memohon agar aparat kepolisian benar-benar konsisten bertindak tegas dalam rangka memutus mata rantai kejahatan jalanan yang kerap menyasar pengemudi ojol sebagai sasaran korban,” pungkasnya.

Jurnalis : M.SULAIMAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *