Medan (Mitra Poldasu News) TNI dan Polri mengerahkan sekitar 72 ribu personel untuk mengamankan malam takbiran dan pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di seluruh Indonesia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pengamanan dilakukan secara menyeluruh karena kegiatan berlangsung serentak di berbagai daerah yang ada di Indonesia.
Kegiatan takbir keliling yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia harus kita amankan. Pengamanan ini melibatkan kurang lebih 72.000 personel,” kata Listyo Sigit, dalam keterangan persnya pada Jumat (20/3/2026) malam, di Pos Terpadu Mudik Lebaran 2026, Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara.
Ia menambahkan, pengamanan juga dilakukan untuk pelaksanaan salat Id yang digelar keesokan harinya.
Selain itu, besok akan dilaksanakan Salat Idul Fitri yang juga harus diamankan di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Listyo menyebut, setelah Idul Fitri masyarakat biasanya melanjutkan dengan kegiatan halal bihalal yang juga perlu mendapat perhatian pengamanan.
Pasca itu akan ada kegiatan halal bihalal dan kegiatan lanjutan lainnya yang juga harus kita amankan,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari Jasa Marga, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan total 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dibandingkan Operasi Ketupat 2025 yang mencapai 258.383 kendaraan.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret 2026 serta 28-29 Maret 2026.
Kapolri juga mengungkapkan, sejak 11 hingga 20 Maret 2026, sebanyak 1.740.968 kendaraan tercatat keluar dari Jakarta atau meningkat sekitar 2,82 persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.
Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penerapan ganjil genap, contraflow, hingga one way, baik lokal maupun nasional, untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.
Pihaknya dan pemerintah menyarankan membuka program work from anywhere (WFA) pada 25-27 Maret untuk mengurai kepadatan.
Kami menyarankan masyarakat menghindari puncak arus balik dengan memanfaatkan program WFA,” ujar perwakilan Kementerian Perhubungan.
Selain itu, pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas diperpanjang hingga (29/3/ 2026) untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Pengecualian diberikan bagi kendaraan tertentu yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat,” lanjutnya.
Di akhir pernyataan, pihak kepolisian mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengaturan arus mudik dan balik.
Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Selamat Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.
Jurnalis : M.SULAIMAN.LIM
